Hanya ingin Reblogging dari blog lama. Mungkin, sudah penuh sarang laba-laba. ^-*
Mengenai sejarah ini, pernah menjadi salah satu epik di terbitan majalah Annida, entah di tahun berapa. Tapi, insya Allah ini adalah pengetahuan. Barangkali ada sahabat yang belum banyak tahu tentang suku indian bernama Cherokee dan ternyata, mereka muslim!
Sila disimak, sahabat.
An-Najma Online: Suku Indian Cherokee adalah Muslim!
Pastinya semua pembaca akan bertanya-tanya. Benarkah? Apa sih yang ada dibenak kawan semua tentang suku Indian, mungkin sebuah suku primitif dengan coreng sana dan sini dan tentunya dengan helaian bulu burung di kepalanya. Jauh dari kenyataan sebagai umat muslim. Benar kan? Kalau tak percaya, sebagai bukti bahwa hal itu memang benar, kalau ada rejeki dan kesempatan bisa berkunjung ke perpustakaan kongres amerika (Library of Congress). Silakan minta untuk ditunjukkan arsip perjanjian antara pemerintah AS dan orang-orang indian suku Cherokee pada tahun 1787.
Jumat, 09 Agustus 2013
Skizofernia?
Ba'da lebaran, penasaran dengan sebuah film berjudul: "Beautiful Mind". Yang rupanya, adaptasi sebuah buku berjudul, Beautiful Mind, The Life of Mathematical Genius and Nobel Laureate John
Nash.
Berkisah tentang professor matematika sekaligus penerima nobel, John Nash. Dibalik kecermelangannya, ia mengidap Skizofernia. Dulu, sewaktu kecil, John Junior berpikir bahwa ada ancaman bom yang akan meledakan rel kereta api. Penyakit dengan gejala, bahwa sang penderita memiliki dunianya sendiri dan tidak dapat membedakan dengan kenyataan. Halusinasi dan waham istilahnya. Lalu, apa bedanya dengan Autisme? Masih dengan petik katanya, penyakit autisma pun memiliki dunianya sendiri, bukan? Ignore it, karena ini artinya sebuah tugas baru: mempelajari skizofernia dan autisma.
Nash.
Berkisah tentang professor matematika sekaligus penerima nobel, John Nash. Dibalik kecermelangannya, ia mengidap Skizofernia. Dulu, sewaktu kecil, John Junior berpikir bahwa ada ancaman bom yang akan meledakan rel kereta api. Penyakit dengan gejala, bahwa sang penderita memiliki dunianya sendiri dan tidak dapat membedakan dengan kenyataan. Halusinasi dan waham istilahnya. Lalu, apa bedanya dengan Autisme? Masih dengan petik katanya, penyakit autisma pun memiliki dunianya sendiri, bukan? Ignore it, karena ini artinya sebuah tugas baru: mempelajari skizofernia dan autisma.
Rabu, 07 Agustus 2013
Siap-Siap Mudik
Setelah hampir 4 tahun tak ikut balik kampung (keluarga sih tetep pulang), tahun ini akhirnya..ikut mudik bersama keluarga. Yeay!! ^___^
Mau kemana kita? -->Pekalongan!
Tempat saya dan keluarga dilahirkan. Olala, ada niatan ngebolang disana pekan ini. Masa' iya, selama dua puluhan tahun ini, saya belum pernah keliling Pekalongan?
Niatnya naik kereta, tapi..alhasil ngikut saja deh bareng keluarga. (Sebenernya sih, kehabisan kereta eksekutif murah. ^__^) Hihi..
Selamat mudik, sahabat. Fii amanillah fii thoriqiikum, ^-*
Selasa, 06 Agustus 2013
Hizb Al-Quran
Bagaimana kabar tilawahnya, sahabat? Lancar selancar Ramadhan? ^__^
Kali ini, saya ingin sedikit berbagi mengenai Hizb Al-Quran. Apa itu? Sederhananya, hizb adalah pembagian Al-Quran. Dimana memudahkan kita untuk berhenti membaca, seperti hitungan juz yang akrab dengan kita selama ini.
Saat ini, seluruh mushaf Al-Quran di dunia diterbitkan dengan pembagian 30 juz. Setiap juz-nya terdiri dari 10 lembar atau 20 halaman. Pembagian hizb (bagian) Al-Quran menjadi 30 juz ini pertama kali diperkenalkan oleh Al-Hajjaj ibn Yusuf Ats-Tsaqafi (wafat 110 H). Menurut Ust. Hartanto, pembagian hizb ini didasarkan jumlah huruf yang terdapat pada Al-Quran. Pembagian dilakukan para cendikian Iraq (Kufah) kala itu atas perintah Al-Hajjaj. Pembagian ini tidak dikenal oleh generasi Shahabat dan bukanlah arahan yang diwariskan Rasulullah Saw serta Malaikat Jibril. Pun masyarakat Madinah tidak mengenal pembagian ini.
Mengapa 30 Juz? Pembagian ini dimaksudkan agar dapat memudahkan muslim mengkhatamkan Al-Quran sekali sebulannya. Sehingga, sehari kita dapat menyelesaikan minimal 1 juz Al-Quran. Pun dimaksudkan agar kita tidak mengubah makna/arti ayat yang kita baca ketika berhenti di sembarang tempat. Pembagian ini mengajak kita untuk semangat mentadabbur juga, ya? ^_^
Kali ini, saya ingin sedikit berbagi mengenai Hizb Al-Quran. Apa itu? Sederhananya, hizb adalah pembagian Al-Quran. Dimana memudahkan kita untuk berhenti membaca, seperti hitungan juz yang akrab dengan kita selama ini.
Saat ini, seluruh mushaf Al-Quran di dunia diterbitkan dengan pembagian 30 juz. Setiap juz-nya terdiri dari 10 lembar atau 20 halaman. Pembagian hizb (bagian) Al-Quran menjadi 30 juz ini pertama kali diperkenalkan oleh Al-Hajjaj ibn Yusuf Ats-Tsaqafi (wafat 110 H). Menurut Ust. Hartanto, pembagian hizb ini didasarkan jumlah huruf yang terdapat pada Al-Quran. Pembagian dilakukan para cendikian Iraq (Kufah) kala itu atas perintah Al-Hajjaj. Pembagian ini tidak dikenal oleh generasi Shahabat dan bukanlah arahan yang diwariskan Rasulullah Saw serta Malaikat Jibril. Pun masyarakat Madinah tidak mengenal pembagian ini.
Mengapa 30 Juz? Pembagian ini dimaksudkan agar dapat memudahkan muslim mengkhatamkan Al-Quran sekali sebulannya. Sehingga, sehari kita dapat menyelesaikan minimal 1 juz Al-Quran. Pun dimaksudkan agar kita tidak mengubah makna/arti ayat yang kita baca ketika berhenti di sembarang tempat. Pembagian ini mengajak kita untuk semangat mentadabbur juga, ya? ^_^
Maka janganlah kau bersumpah untuk agamamu, jika kau tak ingin lelah!
Maka janganlah kau bersumpah untuk agamamu, jika kau tak ingin lelah!
Maka janganlah kau bersumpah untuk agamamu, jika kau tak ingin ada yang menganggu kenyamananmu!
Rumahmu terlampau nyaman, kendaraanmu terlampau melenakan pun pekerjaanmu terlampau mensejahterakan. Akankah kau meninggalkannya demi kelelahan dan kepayahan? Akankah kau sudi hidup di penjara karena sumpahmu kelak? Bukankah hidup dengan menegakan kalimah Illah adalah pengorbanan jiwa, harta dan raga?
Maka, janganlah kau bersumpah untuk agamamu, jika kau tak ingin kehilangan semua!
Maka janganlah kau bersumpah untuk agamamu, jika kau tak ingin ada yang menganggu kenyamananmu!
Siapa pun bersumpah dirinya untuk menjalani hidupnya demi agamanya, ia kelak akan memiliki hidup yang lelah, tetapi yakinlah ia akan hidup “Megah”.Dan bahkan jika tentara kegelapan mengepung di sekeliling-nya, ia yakin sepenuhnya tentang datangnya fajar.
Sayyid Qutb
Rumahmu terlampau nyaman, kendaraanmu terlampau melenakan pun pekerjaanmu terlampau mensejahterakan. Akankah kau meninggalkannya demi kelelahan dan kepayahan? Akankah kau sudi hidup di penjara karena sumpahmu kelak? Bukankah hidup dengan menegakan kalimah Illah adalah pengorbanan jiwa, harta dan raga?
Maka, janganlah kau bersumpah untuk agamamu, jika kau tak ingin kehilangan semua!
Langganan:
Postingan (Atom)