"Sepertinya, kita tidak ditakdirkan untuk bertemu beliau hari ini, us.."
Langkahku masih berpacu. "Sekali-kali tidak. Takdirku adalah ketika semua pintu telah diketuk, terbuka atau tidaknya, itu baru takdirku.."
Jumat, 23 Mei 2014
Pendarnya, Cahayamu..
Masih saja termangu. Adalah keniscayaan, pendar cahaya hati kita berpengaruh besar pada redup terangnya lingkungan sekitar. Jagalah, jagalah. Pendarnya adalah sumber cahaya kehidayaan bagi siapapun. Jagalah, agar surgamu penuh dengan umat Rasulillah. Jagalah, agar pendarnya menyelamatkanmu, aku, dan kita.
Lalu rintik air mata mengalir..
Bagaimana pendar cahayamu, wahai diri?
Sudahkah kau menjaga dan menyebarkan
cahayanya?
Lompatan Intelektualitas
Di halaman muka buku warna orange, ku temukan sebuah judul tulisan acak yang ku buat sesuka hati dikala waktu bersahabat. Judulnya: Lompatan Intelektualitas. Menarik! Hampir-hampir lupa, kapan saya pernah menulisnya? Oia, kalau tidak salah sewaktu membuka kembali buku Mikro Ekonomi di halaman muka dan bab pertama: Ilmu Ekonomi!
Minggu, 18 Mei 2014
Bolehkah Aku Mengeluh?
Pagi ini, wanita itu tertunduk di dekat ku. Ia diam membisu sekian lama. Aku tak biasa dengan situasi ini, mencoba bergerak sebagaimana biasa. Membuka lipatan meja kayu, menyiapkan laptop dan memasangkan kabel-kabelnya. Hari ini adalah deadline tugas kantor yang dibawa pulang, lembur di hari libur. Ingin ku belai helai rambutnya, memegang tangan dan menyiumnya berkali-kali. Lalu dengan lembut aku bertanya padanya.
Jumat, 16 Mei 2014
Ruang Kecil #3: Sebab Amanah
Disela-sela ritme pekerjaan, sang direktur program memulai jawaban dari satu tanyaku.
"Begini Us, laki-laki itu berbeda dengan suami. Maka dari itu, laki-laki shalih belum tentu menjadi suami yang shalih. Pun ketika menjadi ayah, suami yang shalih belum tentu menjadi ayah yang shalih."
"Sebab amanah ya, pak?"
"Ya, betul. Karena itu menunjukkan bahwa tidak semua orang dapat mengemban amanah."
"Hal ini juga berlaku untuk perempuan?"
"Ya!"
Begitu besarkah amanah itu? Akson dan dendrit sejenak berhenti, mencari alur yang baru. Adakah muara syaraf lain yang menghantarkan informasi baru?
Senja, Mei 2014
Ruang Kecil
"Begini Us, laki-laki itu berbeda dengan suami. Maka dari itu, laki-laki shalih belum tentu menjadi suami yang shalih. Pun ketika menjadi ayah, suami yang shalih belum tentu menjadi ayah yang shalih."
"Sebab amanah ya, pak?"
"Ya, betul. Karena itu menunjukkan bahwa tidak semua orang dapat mengemban amanah."
"Hal ini juga berlaku untuk perempuan?"
"Ya!"
Begitu besarkah amanah itu? Akson dan dendrit sejenak berhenti, mencari alur yang baru. Adakah muara syaraf lain yang menghantarkan informasi baru?
Senja, Mei 2014
Ruang Kecil
Langganan:
Postingan (Atom)