Penat, tentu. Bagaimana tidak, pikiran saya dipenuhi hal yang sama dan sama-sama menguras energi. Teringat sebuah baris kalimat seorang ustadz, melalui sebuah buku yang dihadiahkan kepada saya. Baris sederhana namun mengambil sudut pandang yang berbeda, hingga apa yang otak ini maksud pun berbeda pula. Ah, betapa hebat orang-orang dengan cara pandang berbeda tersebut.
Rangkuman dari baris kalimat itu adalah kata sabar. Ia ibarat kita yang tengah mengayuh sepeda menaiki bukit. Apakah sabar memiliki batas? Sesungguhnya, sabar itu tiada memiliki batas. Namun, sunnatullah Allah memberikan sebuah batas untuk sebuah pekerjaan. Apa maksudnya? Menilik kisah tadi, Allah tetapkan kesabaran kita ada di atas bukit, kesabaran atas kesulitan mengayuh sepeda. Lantas, setelah itu, adalah kemudahan. Tanpa perlu mengayuh, kita dapat menuruni bukit dengan kecepatan cukup tinggi. Seketika, apapun duka sebelumnya akan hilang bersamaan kebahagiaan karena telah melewati puncak bukit tersebut. Kembali mengayuh menuju bukit-bukit selanjutnya, dengan bersemangat.
Selasa, 07 Mei 2013
Jumat, 04 Januari 2013
Maka Ringankanlah..
"Maka banyak-banyaklah kita membantu untuk meringankan kesulitan orang lain, karena kelak Allah akan meringankan kesulitan itu baik di dunia atau akhirat nanti."
Teringat peristiwa melingkar kemarin. Ada yang menarik untuk dipetik bahwa sejatinya kita bukanlah apa-apa dan bukanlah siapa-siapa tanpa Dia yang Maha Segalanya. Apa yang telah kita peroleh, apa yang telah kita raih dan apapun itu..sejatinya ia adalah rahmat dari Sang Maha. Karena, laa haula walaa quwwata illa billah. Tiada kekuatan tanpa Sang Pemilik Kekuatan, tiada daya tanpa Sang Pemilik Daya, Dialah Allah, Rabbul 'Izzati.
Selepas mengkaji dua tiga ayat yang sudah kita hafal di luar kepala, apa itu? Bahwa maka sungguh setelah kesulitan itu ada kemudahan dan sungguh setelah kesulitan ada kemudahan. Kita telah hafal di luar kepala, bukan?
Teringat peristiwa melingkar kemarin. Ada yang menarik untuk dipetik bahwa sejatinya kita bukanlah apa-apa dan bukanlah siapa-siapa tanpa Dia yang Maha Segalanya. Apa yang telah kita peroleh, apa yang telah kita raih dan apapun itu..sejatinya ia adalah rahmat dari Sang Maha. Karena, laa haula walaa quwwata illa billah. Tiada kekuatan tanpa Sang Pemilik Kekuatan, tiada daya tanpa Sang Pemilik Daya, Dialah Allah, Rabbul 'Izzati.
Selepas mengkaji dua tiga ayat yang sudah kita hafal di luar kepala, apa itu? Bahwa maka sungguh setelah kesulitan itu ada kemudahan dan sungguh setelah kesulitan ada kemudahan. Kita telah hafal di luar kepala, bukan?
Rabu, 02 Januari 2013
Siapapun..
Entah kapan, yang jelas saya pun akan mendatanginya dalam keadaan sentosa atau terpaksa. Berjalan atau merangkak, dan kematian telah siap dengan wajahnya yang rupawan atau mengerikan. Maka, bersiap siagalah!
Duhai Rabbi, pertemukanlah aku pada kebaikan akhirnya..
sebagai muslim,
sebagaimana Kau tetapkan aku sebagai muslim,
pada mulanya.
Ahlan bik, 2013
Setiap orang berteriak: Selamat Datang 2013! Meski dengan caranya masing-masing, baik riuh terompet, lantunan doa dalam muhasabah, pesan singkat, suara lantang maupun kata-kata yang membanjiri social media. Bagi saya, ya...ahlan bik, hehe (ngga nyambung).
Ada yang istimewa dengan tahun baru ini? Ah, tidak, biasa saja. Ada yang istimewa dengan angka tahun baru? Masya Allah, apalagi ini? Alhamdulillah, saya dilahirkan dalam keluarga yang cukup anti mainstream. Saat yang lain menyalakan petasan kembang api, sejak dulu kami cukup menikmatinya di beranda rumah. Orang-orang riuh rendah dengan perayaan ini dan itu, kami cukup bercerita dan bersendagurau dan tidur seperti biasanya. Sampai akhirnya, memasuki masa SMA, maka penghujung akhir dan awal tahun adalah waktunya untuk SWI (Studi Wisata Islam)! Agenda ROHIS SMA yang selalu dinanti. Tidak penting dibahas sih sebenarnya, hehe.
Rabu, 26 Desember 2012
Alhamdulillah, Nikmatnya Sakit itu..
Alhamdulillah, Allah sempatkan saya untuk sejenak istirahat sebelum sebenar-benarnya istirahat. Karena memang disanalah istirahatnya para mu'min.
Alhamdulillah, Allah itu Maha Rahman. Saat mu'min sejahtera, sehat dan sentosa, Allah karuniakan ia dengan rahmat dan berkah agar selalu berbuat baik dan manfaat. Namun, kala ia diistirahatkan, Allah karuniakan keberkahan lain: ampunan tiada tara. Bak daun-daun berguguran kala kemarau.
Alhamdulillah.. Allah itu Maha Baik.. ^____^
Alhamdulillah, Allah itu Maha Rahman. Saat mu'min sejahtera, sehat dan sentosa, Allah karuniakan ia dengan rahmat dan berkah agar selalu berbuat baik dan manfaat. Namun, kala ia diistirahatkan, Allah karuniakan keberkahan lain: ampunan tiada tara. Bak daun-daun berguguran kala kemarau.
Alhamdulillah.. Allah itu Maha Baik.. ^____^
Langganan:
Postingan (Atom)
