Wahai!
Minggu, 04 Agustus 2013
Engkaulah Sumayyah!
Wahai!
Sabtu, 03 Agustus 2013
Wahai Engkau, Aku Iri padamu.
Aku kira, aku belum pernah merasakannya. Menjadi kertas putih, setelah sekian lama tercoret segala tinta. Menjadi sebening embun yang terpisah dari keruhnya parit mengalir. Merasakan jiwa yang bebas dan bertakbir sekuat raga. Menjadi dirimu yang bersinar dari persembunyianmu dulu. Ah, aku iri padamu.
Aku kira, aku belum tahu bagaimana rasanya. Menjadi dirimu yang terisak mengeja talbiyah. Menjadi dirimu, menjadi pribadi paripurna dengan pilihannya. Menjadi dirimu, yang begitu yakin dengan pilihannya. Menjadi dirimu, begitu dekat hatimu pada-Nya. Meski kau pernah mengadu, engkau tak tahu mengapa hati ingin mencurahkan tangisnya. Ah, aku iri padamu.
Aku kira, aku belum tahu bagaimana rasanya. Menjadi dirimu yang terisak mengeja talbiyah. Menjadi dirimu, menjadi pribadi paripurna dengan pilihannya. Menjadi dirimu, yang begitu yakin dengan pilihannya. Menjadi dirimu, begitu dekat hatimu pada-Nya. Meski kau pernah mengadu, engkau tak tahu mengapa hati ingin mencurahkan tangisnya. Ah, aku iri padamu.
Senin, 29 Juli 2013
Kertas Putih
Tetaplah jadi kertas putih.
Sebab putih itu simbol suci, bersih dan agung.
Dengannya, kau akan mulia dan tetap mulia dengan putihmu.
Tetaplah jadi kertas putih.
Sebab putih itu sumber segala warna.
Terang-gelap, muda-tua, mereka bersumber darimu.
Dengannya, kau adalah sumber segala warna kehidupan.
Sebab putih itu simbol suci, bersih dan agung.
Dengannya, kau akan mulia dan tetap mulia dengan putihmu.
Tetaplah jadi kertas putih.
Sebab putih itu sumber segala warna.
Terang-gelap, muda-tua, mereka bersumber darimu.
Dengannya, kau adalah sumber segala warna kehidupan.
Kamis, 25 Juli 2013
Coret Oret Macet #1
Ternyata, sudah cukup lama saya nyaman dengan Commuter Line milik PT KAI. Alhamdulillah, dengan pelayanan yang telah diupgrade, jarak yang jauh dapat saya tempuh dengan waktu singkat dan murah. Tak berlebihan jika saya katakan, "kereta adalah solusi transportasi ibukota yang semakin sibuk."
Suatu kali, mau tak mau saya harus naik Transjakarta. Tak ada niat untuk membandingkan. Tapi, untuk saat ini saya akan berpikir dua kali menaiki bus ini dibandingkan kereta. Karena jelas, kereta lebih cepat dan lebih murah, plus lebih nyaman. Kalau toh penuh sesak, bukankah bus TJ pun sama?
Suatu kali, mau tak mau saya harus naik Transjakarta. Tak ada niat untuk membandingkan. Tapi, untuk saat ini saya akan berpikir dua kali menaiki bus ini dibandingkan kereta. Karena jelas, kereta lebih cepat dan lebih murah, plus lebih nyaman. Kalau toh penuh sesak, bukankah bus TJ pun sama?
Rabu, 24 Juli 2013
Inikah Harmoni?
Di antara arus pemikiran, ragam kritik dan keikhlasan itu bertemu
Ia beradu, adakah keduanya bertemu?
Ataukah sekat-sekat itu terus bertahan, meski Allah telah membuktikan?
Di sebuah perkumpulan, dimana kami harus berniat tunggal: "menjadikan manfaat diri di setiap celah waktunya." Kami bertemu, belajar bersama, berinteraksi dan bertugas bersama. Ragam pasti menemui kami, dengan latar, sejarah dan bidang yang berbeda, tak lantas membuat kami terpecah. Akan tetapi, suatu saat pesimis itu muncul. Akankah?
Ia beradu, adakah keduanya bertemu?
Ataukah sekat-sekat itu terus bertahan, meski Allah telah membuktikan?
Di sebuah perkumpulan, dimana kami harus berniat tunggal: "menjadikan manfaat diri di setiap celah waktunya." Kami bertemu, belajar bersama, berinteraksi dan bertugas bersama. Ragam pasti menemui kami, dengan latar, sejarah dan bidang yang berbeda, tak lantas membuat kami terpecah. Akan tetapi, suatu saat pesimis itu muncul. Akankah?
Langganan:
Postingan (Atom)