Senin, 05 Agustus 2013

Tentang Kata Salah

Alhamdulillah, malam ini kembali berkesempatan menuliskan kata-kata yang belum terangkai makna. Alhamdulillah, malam ini pun saya kembali menikmati kaki-kaki melangkah. Berkesempatan bertemu orang-orang lain, dengan kata lain bersilaturahim untuk memperpanjang makna usia. Melapangkan rezeki serta merangkum makna. Yah, perjalanan adalah pengisian kantung-kantung hikmah.

Salah adalah ciri khas manusia ya, sahabat. Adakah dari kita luput dari sekali salah setahun ini? Barangkali tidak, ya. Kalau begitu, kita kerucutkan dalam sebulan. Adakah kita yang bersih dari salah? Ah, mustahil. Bagaimana dalam seminggu? Adakah? Hm..masih kemungkinan tidak juga, ya? Bagaimana jika sehari? Hm..ada kemungkinan, tapi sepertinya tidak juga, ya. Bagaimana jika dalam hitungan jam, menit atau detik? Sepertinya, tetap saja kita bisa menghindari salah, ya?

Minggu, 04 Agustus 2013

Engkaulah Sumayyah!

Begitu ngilu hati ini. Berulang kali kabar tentangmu mengirisnya. Bukan dengan potongan tajam, tapi irisan pisau berkarat nan mengoyak. Ah, sungguh. Pasukan laki-laki berbaju oranye tanpa rambut di kepala, seakan monster pemakan darah, daging dan kehormatan. Rumah luluh lantak, leher dikoyak, jasad dibakar, bayi-bayi dibelah. Pedang-pedang melayang, tongkat-tongkat menghantam dan kobaran amarah api membakar. Darah dibiarkan mengalir atas ketidakberdayaan. Bagaimana mungkin akan melawan, jika akses pendidikan-kewarganegaraan-pengakuan-hak hidup-persenjataan-demografi semua dilanggar?

Wahai!

Sabtu, 03 Agustus 2013

Wahai Engkau, Aku Iri padamu.

Aku kira, aku belum pernah merasakannya. Menjadi kertas putih, setelah sekian lama tercoret segala tinta. Menjadi sebening embun yang terpisah dari keruhnya parit mengalir. Merasakan jiwa yang bebas dan bertakbir sekuat raga. Menjadi dirimu yang bersinar dari persembunyianmu dulu. Ah, aku iri padamu.

Aku kira, aku belum tahu bagaimana rasanya. Menjadi dirimu yang terisak mengeja talbiyah. Menjadi dirimu, menjadi pribadi paripurna dengan pilihannya. Menjadi dirimu, yang begitu yakin dengan pilihannya. Menjadi dirimu, begitu dekat hatimu pada-Nya. Meski kau pernah mengadu, engkau tak tahu mengapa hati ingin mencurahkan tangisnya. Ah, aku iri padamu.

Senin, 29 Juli 2013

Kertas Putih

Tetaplah jadi kertas putih.
Sebab putih itu simbol suci, bersih dan agung.
Dengannya, kau akan mulia dan tetap mulia dengan putihmu.

Tetaplah jadi kertas putih.
Sebab putih itu sumber segala warna.
Terang-gelap, muda-tua, mereka bersumber darimu.
Dengannya, kau adalah sumber segala warna kehidupan.

Kamis, 25 Juli 2013

Coret Oret Macet #1

Ternyata, sudah cukup lama saya nyaman dengan Commuter Line milik PT KAI. Alhamdulillah, dengan pelayanan yang telah diupgrade, jarak yang jauh dapat saya tempuh dengan waktu singkat dan murah. Tak berlebihan jika saya katakan, "kereta adalah solusi transportasi ibukota yang semakin sibuk."

Suatu kali, mau tak mau saya harus naik Transjakarta. Tak ada niat untuk membandingkan. Tapi, untuk saat ini saya akan berpikir dua kali menaiki bus ini dibandingkan kereta. Karena jelas, kereta lebih cepat dan lebih murah, plus lebih nyaman. Kalau toh penuh sesak, bukankah bus TJ pun sama?