Jumat, 16 Mei 2014

Ruang Kecil #3: Sebab Amanah

Disela-sela ritme pekerjaan, sang direktur program memulai jawaban dari satu tanyaku.

"Begini Us, laki-laki itu berbeda dengan suami. Maka dari itu, laki-laki shalih belum tentu menjadi suami yang shalih. Pun ketika menjadi ayah, suami yang shalih belum tentu menjadi ayah yang shalih."

"Sebab amanah ya, pak?"

"Ya, betul. Karena itu menunjukkan bahwa tidak semua orang dapat mengemban amanah."

"Hal ini juga berlaku untuk perempuan?"

"Ya!"

Begitu besarkah amanah itu? Akson dan dendrit sejenak berhenti, mencari alur yang baru. Adakah muara syaraf lain yang menghantarkan informasi baru?

Senja, Mei 2014
Ruang Kecil

Kamis, 27 Maret 2014

Ruang Kecil #2: Kanvas

Sesungguhnya, kita dilahirkan sebagai kanvas putih terbentang. Ia memanjang atau menggulung. Kita tak tahu, berapa meter panjangnya kanvas itu. Sebagaimana seberapa panjang kita akan menghirup dan menghempaskan udara di bumi penuh keramaian ini. Ramai betul di sini, bercorak seribu warna yang menjadi pilihan bagi kita untuk melukiskannya di atas kanvas pribadi kita.

Senin, 24 Maret 2014

Ruang Kecil #1: Beginilah Fitrahnya

Mungkin beginilah fitrahnya, kesulitan dan kemudahan itu hadir bersamaan amalan kita. Bukan soal besar dan kecilnya, bukan soal kuantitas dan kualitas yang menjadi hak perogatif Allah semata. Bukan soal ikhlas dan tindak tanduk hati yang tak terlihat itu. Tapi ini soal niat, motif yang mengawali, mengikuti dan mengakhiri segala perbuatan kita. Ah, benar kata-kata itu. Aku lupa siapa bagaimana narasinya pun siapa naratornya. Yang ku ingat, ia adalah seorang ulama di zamannya, kira-kira ia berucap begini:

Rabu, 05 Maret 2014

Pagi oh Pagi

Insya Allah, insya Allah, insya Allah.. We'll find the way!

Masih ingat lagu ini, sobat? Setelah sekian lama, akhirnya suara merdu Maher kembali diputar di ruangan ini. Tentang ruangan ini, cukup kecil memang, akan tetapi ia telah menjadi sebagian dari fragmen kehidupan saya yang penuh perjuangan. Cielah.. :)

Entah, ya, entah mengapa di sini aku menginjakan tumpuan sebagian penghidupan dan berusaha menyelesaikan studi kembali. Sudah satu semester kampus tak ditengok. Sudah lama tak membongkar dan membolak-balik diktat kuliah, mencorat-coret rencana setinggi langit, menyibukan diri dengan hal-hal berbau akuntansi, auditing dan keuangan. Membuat catatan berwarna-warni, mendengar ocehan anak kampus di sela-sela diskusi, menyimak petuah-petuah dosen nan bersahaja dan tentunya, hamparan sajadah masjid kampus bernama Yarmuk. Sebuah nama di bumi Syam sana. Allah, Allahumma manshur mujahidiina fii syam. T.T

Jumat, 27 September 2013

Menulis

Lama tak bersua dengan blog ini. Hm..rupanya, beragam ide dan tanya kurang tersalurkan dengan baik. Mungkin kesibukan dan kendala akses yang menghalangi. Tapi, benarkah begitu? Menulis adalah upaya pengasahan diri sebetulnya. Mengasah kembali semua wawasan yang diterima, bunyi yang didengar, warna yang dipandang maupun goresan yang dibaca. Mengasah kembali, sudah terserapkah ia? Karena ia bisa lari sebagaimana kuda bisa lari.