Kring..kring.. Kring..kring..
wush...kayuhan cukup cepat menyerusuak di antara belokan gang. Ia melaju demikian cepat, mendahului pejalan-pejalan bersenandung. Ia terus melaju diantara kuda dan kereta beroda. Ia maju dan terus melaju, mendahului mereka yang sejenak menunggu tumpangan, pelanggan sang kereta. Ia maju dan terus melaju, berlomba mendahului waktu. Ia maju dan terus melaju, hingga pagar didahului. Ia menang!
Kring..kring.. Kring..kring..
Ah, rindu masa itu. Kemana pergi, sepeda akan terus menemani. Apapun kendaraan yang memenuhi garasi, sepeda menjadi pilihan utama dan terakhir kalinya. Berapapun jarak ditempuh, sepeda adalah kendaraanku. Sekolah, pasar, rumah teman. Ah, senangnya.