Selasa, 06 Agustus 2013

Dimanakah Anda?

Sejarah Islam hanya tertulis dalam dua warna tinta, Hitam dan Merah.
Tinta Hitam telah ditorehkan oleh tinta para Ulama, dan Tinta Merah yang telah ditorehkan oleh darah para Syuhada.
(“Islamic history has been written in two colours; black for the ink of the scholar, and red for the blood of the martyr”)
Dimanakah anda?
(DR. Abdullah Azzam)

Mari Menghafal Quran

Malam ini, mari kita mengasah hati. Mengasah sebanyak dan selama mungkin hati yang mulai mengabur warnanya, mulai berkarat kulitnya. Mari kita mengasah hati yang sudah lama tak menjamah Al-Quran. Telah lama ia kaku dalam ramai kemaksiatan. Mari kita mengasah hati, membaca-mendengar dan menghafalkannya. Sungguh, Allah telah mudahkan Al-Quran untuk dihafalkan. Mari, mengasah hati, tempa diri menjadi kafilah penjaga Al-Quran. Bersama Allah, menjada Al-Quran hingga yaumil akhir nanti.

          54:17
Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran? (Al-Qamar: 17)

Senin, 05 Agustus 2013

Anak Peseda

Kring..kring.. Kring..kring..

wush...kayuhan cukup cepat menyerusuak di antara belokan gang. Ia melaju demikian cepat, mendahului pejalan-pejalan bersenandung. Ia terus melaju diantara kuda dan kereta beroda. Ia maju dan terus melaju, mendahului mereka yang sejenak menunggu tumpangan, pelanggan sang kereta. Ia maju dan terus melaju, berlomba mendahului waktu. Ia maju dan terus melaju, hingga pagar didahului. Ia menang!

Kring..kring.. Kring..kring..

Ah, rindu masa itu. Kemana pergi, sepeda akan terus menemani. Apapun kendaraan yang memenuhi garasi, sepeda menjadi pilihan utama dan terakhir kalinya. Berapapun jarak ditempuh, sepeda adalah kendaraanku. Sekolah, pasar, rumah teman. Ah, senangnya.

Hai, Sumayyah

Sumayyah, kau dengar berita yang baru saja terjadi di negeri kami? Sebuah Vihara tak jauh dari rumahku, katanya ada yang meneror. Ada ledakan agak keras di sana. Kata mereka, orang-orang yang menggunakan jubah yang sama di negerimu. Yah, mereka bilang, teror dengan mercon adalah keisengan kami yang membela dan mengungkit-ungkit namamu demi kebebasan. Ah, sungguh.

Sumayyah, bagaimana kabarmu kini? Di samudera mana kau berada bersama perahumu? Apakah ombak disana begitu mengamuk dan memuntahkan semua isi perutmu? Di gubuk mana kau menghabiskan Ramadhan berteman air menggenang? Dimana kau tidur jika lantai dasarnya penuh dengan air? Bagaimana puasamu dan keluargamu di sana?

Tentang Kata Salah

Alhamdulillah, malam ini kembali berkesempatan menuliskan kata-kata yang belum terangkai makna. Alhamdulillah, malam ini pun saya kembali menikmati kaki-kaki melangkah. Berkesempatan bertemu orang-orang lain, dengan kata lain bersilaturahim untuk memperpanjang makna usia. Melapangkan rezeki serta merangkum makna. Yah, perjalanan adalah pengisian kantung-kantung hikmah.

Salah adalah ciri khas manusia ya, sahabat. Adakah dari kita luput dari sekali salah setahun ini? Barangkali tidak, ya. Kalau begitu, kita kerucutkan dalam sebulan. Adakah kita yang bersih dari salah? Ah, mustahil. Bagaimana dalam seminggu? Adakah? Hm..masih kemungkinan tidak juga, ya? Bagaimana jika sehari? Hm..ada kemungkinan, tapi sepertinya tidak juga, ya. Bagaimana jika dalam hitungan jam, menit atau detik? Sepertinya, tetap saja kita bisa menghindari salah, ya?